Kerajaan Bawah Tanah

06:05

Iyaaahh musim penghujan sudah tiba...entah apa pikiran saya tiba - tiba ingin mengungkapkan sesuatu yang mungkin orang sudah pada tau awal sebelumnya apa yang akan saya ceritakan ini. Mulai hari senin kemarin saya dengar geledek lagi, yang mungkin beberapa bulan tidak bisa terdengar.

Ok...malam itu sangat dingin setelah pagi hingga sore harinya terguyur hujan deras. Saya hanya memandangi monitor yang bertuliskan NEC. Tiba - tiba diatas pemain keyboard jatuh seekor laron. Jadi inget Laron-laronnya Hari Moekti, yang penyanyi jadi ustad.
Saat itu tak tersadarkan, saya melihat keatas sudah berterbangan entah berapa puluh atau ratus ekor laron berterbangan disekitar lampu ruang kerja. Ketika diperhatikan laron yang jatuh tadi, saya pikir ini mulai tidak beres. Saya takut disekitar rumah pasti nanti banyak rayap. Hubungannya apa ya..Laron dengan rayap ?


Ya laron memang menguntungkan bagi yang memelihara ikan dikolam, tapi mengotori lantai kan? Beda dengan rayap. Rayap sangat merugikan, tapi saya benar - benar salut pada rayap. Tidak terpikirkan mungkin dari mana asal keduanya ? Ya...jadi dongeng sebelum bobo nih.

Asal mula rayap berawal dari laron - laron yang menjatuhkan diri ke tanah, lalu melepaskan sayapnya. Dan mereka mencari lubang di tanah untuk berkembang biak, berbulan madu. Tujuannya membuat kerajaan kecil dalam tanah, hingga ada raja dan ratunya. wow.
Awalnya mereka bekerja sendiri, mulai mengangkut telor hingga menutup celah tanah. Hingga telur-telur itu menetas, anak-anak mereka dikerahkan sebagai tentaranya. Nah tentara-tentara itu adalah rayap....kayak cerita sama anak kecil ya ? Biarlah yang penting saya posting hari ini.

Lalu, sementara telur-telur itu netas. Sang ratu terus berkembang biak, menghasilkan sumber daya manusia rayap. Tidak tanggung-tanggung telurnya hingga puluhan ribu sehari. Karena tugas ratu hanya bertelur maka ada pejabat kerajaan yang bertugas menyuapi makan sang ratu. Soalnya si ratu tak bisa bergerak bebas, badannya terus membesar dan memanjang hingga 5 cm dan umurnya bisa hingga 20 tahun. Ga percaya, mau coba perhatikan ?
Seleksi menjadi tentara dikerajaan itu pun ketat, si ratu menetaskan 3 jenis rayap, yang berahang besar dan kuat, ditugaskan sebagai pengawal ratu. Dan lainnya sebagai pengangkut makanan dan pencari sumber makanan. serta menyuapi sang ratu. Hebatkan kerajaannya?
Jenis kedua, Rayap itu sendiri juga menyuapi anak-anaknya dan sang ratu, karena rayap ini termasuk makhluk hermafrodit, yaitu makhluk yang mempunyai 2 kelamin. Dan jenis yang ketiga, itu laron. Laron yang bersayap dan bisa bertelur seperti awal cerita diatas. Begitu sirkulasinya....

Kembali ke rayaaaapp.
Heran bila lihat tubuh rayap yang kecil bisa menggerogoti kayu yang begitu keras. Rayap memiliki banyak bakteri dan flagellata ( Protozoa bercambuk ) dalam ususnya yang bisa mengeluarkan enzim selulosa, unsur yang banyak terdapat pada kayu. Memang merugikan tapi lihat rasa kebersamaannya, mereka menguraikan benda mati agar kembali ke tanah. Maha Kuasa, Allah.

Ya begitulah cerita di awal musim penghujan saya buka....

Renungan :
" sejauh apa yang kita pikirkan ada hal kecil yang tak pernah dipahami akan rasa kebersamaan dan gotong royong yang dapat memperkuat keutuhan negara, maka kita harus mulai dari hal kecil, keluarga contohnya. Dan untuk para blogger pun punya tugas yang dapat menjadikan masalah ini menjadi dasar kebersamaan, saling bantu, tukar informasi dan hal positif lain."

ps: maaf ceritanya hanya untuk umur 9 tahun kebawah...hehe


You Might Also Like

15 comments

  1. wow dapet pelajaran lagi dari postingan akang yg satu ene mahhh...

    iya kang klo musim penghujan laron mulai bertamu ke rumah saya juga neh..hehehe..yang penting ndak ngerusuhi aja ndak masalah :D

    ReplyDelete
  2. laron sam arayap tuh khan saudara kembar bang,hue..he..ngacir..takut dikejar laron..

    ReplyDelete
  3. kerajaan bawah tanah,..wah emang cocok judlunya kayanya perlu tuuh ditiru ama petinggi kita,..sebagai kerajaan atas tanah

    ReplyDelete
  4. pesan moral yang keren bang ir

    ReplyDelete
  5. Kita bisa belajar dari apapun. Nice articel,bang

    ReplyDelete
  6. salut, hebar bang ir, saya jadi bisa belajar dari rayap. rayap bisa membangun rumah yang tingginya ratusan kali lipat ukuran tubuhnya tanpa penopang, hanya dari tanah.

    ReplyDelete
  7. bukan hebar (maaf), yang bener hebat.

    ReplyDelete
  8. Baru tau kalo laron merupakan asal muasalnya rayap. Kalo gitu, mending kita bantai aja mereka sebelum berubah jadi rayap

    ReplyDelete
  9. wah laron..siapa yach penemunya?

    ReplyDelete
  10. judulnya menegangkan kang :))

    ReplyDelete
  11. hmmm menark sekali binatang tersebut ada fungsinya juga

    ReplyDelete
  12. @semua :hmmm tks, asik-asik saja deh..

    ReplyDelete
  13. koq sampe bikin kerajaan yah......=))

    ReplyDelete
  14. gw juga punya tuh cerita rakyat sumatera selatan..., see more http://commentnews.wordpress.com/2009/06/07/ratu-diningrat-joko-atmojo/

    ReplyDelete

Like us on Facebook